Bahaya Cyber Bullying, Masalah yang Picu Kematian Bintang K-Pop

Kematian Sulli membuat dunia merasa geram dengan cyber bullying

Bintang K-Pop ternama, Sulli, menjadi trending pemberitaan dunia akibat bahaya cyber bullying, yang sampai merenggut nyawanya. Dia hanya satu dari sedikit selebritas yang secara terbuka mengungkapkan dukungannya terhadap beberapa kebijakan di Korea Selatan. Dia juga sosok yang terbuka tentang pergulatannya dengan kesehatan mental.

Tindakan itu memang memicu banyak pujian di sejumlah kalangan. Tetapi, penyanyi berusia 25 tahun itu juga tetap menjadi subjek kritik online yang sangat keras. Sehari setelah insiden bunuh diri Sulli, kematiannya benar-benar memicu kesedihan dan seruan untuk mengekang para penindas di dunia maya.

Ditemukan Tak Bernyawa di Rumahnya

Tubuh mantan anggota kelompok f(x) itu ditemukan oleh manajernya di rumahnya sendiri di Sujeong-gu, Seongnam, selatan ibukota Seoul, pada Senin (13/10/2019) waktu setempat, dikutip dari CNN. Diduga, cyber bullying menjadi salah satu pendorong kuat Sulli untuk melakukan aksi nekatnya.

Dalam sebuah pernyataan, agensi Sulli, SM Entertainment, mengatakan pihak keluarga menginginkan pemakaman pribadi yang tertutup. Kerabatnya pun dilanda kesedihan mendalam oleh berita yang tak terduga ini.

Menurut Polisi Seongnam Sujeong, sebuah postmortem dilakukan pada hari Rabu. Berita kematiannya memiliki dampak instan untuk seluruh industri yang berjalan. Kelompok-kelompok dari SM Entertainment lainnya seperti Super Junior dan SuperM, serta mantan anggota f(x) Amber Liu, semua mengumumkan mereka akan membatalkan sejumlah event.

Dari menjadi jujur ​​tentang hubungannya sendiri—tidak biasa dengan dunia K-pop di mana bintang-bintangnya didorong untuk diam tentang kehidupan cintanya—hingga secara terbuka pro pada gerakan “free the nipple”. Sulli memang dikenal sering merongrong harapan bintang K-pop perempuan.

Tetapi pendapatnya justru sering membuatnya menjadi sasaran troll online dari para netizen. Terutama bagi orang-orang anti-feminis, kata CedarBough Saeji, seorang ahli dalam budaya dan masyarakat Korea di Universitas Indiana.

Baca Juga  Legakan Pernapasan Melalui Inhalasi dengan Aromaterapi

Sosok Perempuan yang Berani

Sulli
Foto Sulli yang diunggah ke Instagram.

“Dia adalah perempuan yang berani,” kata Saeji. “Fakta bahwa Sulli berulang kali melakukan hal-hal yang tidak disukai dan menolak untuk meminta maaf adalah bagaimana dia benar-benar menonjol.”

Saeji mengatakan bahwa di Korea Selatan, bintang-bintang K-pop diharapkan untuk meminta maaf kepada publik ketika mereka gagal memenuhi standar yang tinggi. Kadang-kadang apa yang diharapkan oleh industri tidak realistis. Tapi Sulli menolak untuk berubah dan tidak mau muncul di acara TV yang menampilkan bintang-bintang K-pop untuk membahas tentang komentar online.

“Masyarakat sangat mengkritiknya hanya karena dia menunjukkan individualitas dengan cara yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial di Korea, itu sangat menyedihkan,” kata Saeji.

“Saya sangat menyesal bahwa dia tidak memiliki orang yang mendukungnya dengan cara yang sama. dengan caranya sendiri yang unik yaitu kesetaraan gender di Korea. Dia juga menjadi suara dan menjadi pendukung untuk masalah yang lebih besar di lingkungan masyarakat Korea.”

Setelah kejadian bunuh dirinya, tiga petisi telah diajukan di situs petisi Blue House. Semua menuntut aturan yang lebih ketat untuk bahaya cyber bullying. Industri hiburan Korea Selatan telah menjadi salah satu ekspor terbesar dari negara itu dalam sepuluh tahun terakhir. Tetapi bintang-bintang K-pop seringkali mendapat tekanan kuat yang dikaitkan dengan krisis kesehatan mental.

Tags
Lebih banyak

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close