Sah! Batas Usia Perkawinan di Indonesia Minimal 19 Tahun

Akhirnya batas usia perkawinan untuk pria atau wanita di Indonesia disamakan

Di pengujung masa kerjanya, DPR periode 2014-2019 akhirnya mengesahkan RUU tentang batas usia perkawinan. Sekarang, dengan adanya perubahan UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, batas usia pria dan wanita yang ingin menikah disamakan minimal 19 tahun. Keputusan ini pun disambut positif oleh berbagai pihak.

Didesak Segera Disahkan

Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dilaksanakan di Senayan, bersama dengan Menteri PPPA, Yohana Yembise. Rapat tersebut akhirnya menelurkan sebuah peraturan yang sekaligus menjadi sejarah baru bagi Indonesia.

Yohana mengatakan RUU ini sangat besar artinya untuk masa depan lebih dari 80 juta anak-anak Indonesia, demikian seperti dikutip dari ANTARA. Selain itu, penetapan batas usia perkawinan menjadi 19 tahun juga dinilai akan menyelamatkan anak dari praktik perkawinan di bawah umur. Di mana, usia anak menurut hukum adalah sampai dengan 18 tahun.

Kementerian PPPA dianggap telah berhasil melakukan upaya pencegahan perkawinan di bawah umur yang diupayakan sejak 2016. Sebab, menurut Yohana perkawinan anak ini dapat merugikan banyak pihak. Selain dari anak dan keluarga, negara juga mengalami kerugian.

Selain itu, perkawinan anak diklaim dapat memicu berbagai macam masalah di masyarakat. Mulai dari praktik kerja pada anak-anak di bawah umur, hingga angka kematian ibu dan bayi. Bahkan sebelum RUU ini disahkan, Indonesia berada di tempat ketujuh di dunia dan kedua di ASEAN untuk jumlah perkawinan anak di bawah umur.

BPS mengungkapkan pada 2017 lalu bahwa persentase kasus tersebut mencapai 25,2 persen, yang mana artinya 1 dari 4 anak perempuan sudah menikah sebelum berusia 18 tahun.

Batas Usia Perkawinan Baru Menurut Psikolog

Aturan baru tentang naiknya batas usia perkawinan bagi wanita ini disambut baik oleh psikolog anak dan keluarga, Astrid WEN. Menurutnya, ini adalah hasil perjuangan yang telah lama dan akhirnya terwujud. Batas usia minimal perkawinan bagi perempuan naik dari 16 tahun menjadi 19 tahun. Artinya, kedua belah pihak yang menikah sudah sama-sama memiliki KTP.

Baca Juga  10 Manfaat Cantik Essential Oil Jasmine

“Ini harus kita syukuri bersama karena sebenarnya perjuangan ini sudah berjalan sangat lama. Usia minimal untuk perempuan awalnya adalah 16 tahun dan sekarang naik menjadi 19 tahun. Keduanya sekarang harus sudah punya KTP, jadi legalitasnya sebagai warga negara juga sudah sangat jelas,” kata Astrid dikutip dari Kompas.com.

Mereka tidak hanya harus dewasa dari segi fisik, tetapi juga emosional dan finansial. “Paling tidak dia harus memiliki pendapatan buat makan sendiri, syukur-syukur kalau sudah bisa tinggal secara mandiri juga. Tidak perlu langsung membeli rumah, melainkan bisa mulai dari mengontrak atau kos,” kata Astrid.

Soal kondisi fisik, pada batas usia perkawinan yang bari ini baik pria maupun wanita pasti sudah bisa mengelola tubuh mereka masing-masing. Namun, yang terpenting adalah keduanya harus cukup matang dan dewasa sebelum memutuskan menikah. Selain itu mereka juga harus punya dukungan, yang mana ini peran dari keluarga atau pertemanan yang sehat.

Tags
Lebih banyak

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close