Cengkeh (Clove Bud), Sampah yang Kini Menjadi Emas

 

Indonesia adalah negara penghasil minyak cengkeh terbesar di dunia. Dari seluruh kebutuhan minyak cengkeh untuk keperluan industri obat/farmasi dan industri kesehatan, industry parfum dan makanan, Indonesia memasok sampai dengan 85% kebutuhan dunia.

Mungkin karena penamaan “minyak cengkeh” orang langsung mengidentifikasikannya dengan bunga cengkeh – baik yang basah berwarna hijau kemerahan, maupun kering berwarna cokelat kehitaman. Sebenarnya, identifikasi ini kurang tepat, karena yang dimaksud sebagai komoditi adalah minyak daun cengkeh. Minyak ini – yang termasuk dalam kategori minyak atsiri atau essential oil, adalah minyak yang didapat dari hasil penyulingan daun cengkeh kering. Dinamai Minyak Cengkeh Daun, atau Clove Leaf Oil, kandungan eugenol (senyawa aktif phenylpropene atau  4-allyl-2-methoxyphenol) dalam minyak ini merupakan bahan kimia yang sangat dibutuhkan oleh industri minyak wangi, flavor dan essential oils terutama berkat sifat antiseptic dan anastetiknya.

Pada pengembangan turunannya, minyak cengkeh daun dapat menjadi bahan dasar untuk berbagai produk jadi seperti sabun, sikat gigi, parfum, obat-obatan sampai dengan citarasa es krim vanilla.

Penyebaran di Indonesia

Mulai dikenal secara historis sebagai tanaman endemik di kepulauan Maluku, saat ini pohon cengkeh dapat ditemukan dalam jumlah yang cukup signifikan di Madagascar dan Zanzibar. Namun, sumber terbesar tetaplah dari Indonesia, dengan penyebarannya kini merata di Pulau Jawa, Sulawesi, Aceh/Sumatera dan Bali. Berbarengan dengan itu, muncul pula industri-industri penyulingan rakyat yang tersebar di daerah-daerah sekitar perkebunan cengkeh seperti di kawasan Wonogiri, Jawa Tengah, di Sumbermanjing, Jawa Timur, sampai di area Ampana, Sulawesi.

Dari sampah menjadi minyak berharga tinggi

Begitu banyaknya produk yang membutuhkan kandungan eugenol dari minyak atsiri ini membuat harga serta kebutuhan akan minyak cengkeh daun menjadi sangat tinggi. Dan uniknya, sumber bahan yang dibutuhkan adalah guguran daun kering yang kerap dianggap sebagai sampah.

Baca Juga  Memetik Manfaat Sehat dari Minyak Atsiri Jeruk Purut (Essential Oil Kaffir Lime)

Para pengumpul daun mengumpulkan daun-daun kering yang berguguran dari pohon atau perkebunan cengkeh. “Sampah” ini lalu dikeringkan, dan kemudian dilakukanlah proses penyulingan dengan cara “merebus” atau “menanak” daun kering ini dalam ketel, lalu para penyuling menangkap “uap” yang dihasilkan dari proses pemanasan ini.

Setelah didinginkan, maka akan terpisahlah uap air dan minyak cengkeh daun ini dengan komposisi air berada di atas (karena berat jenisnya yang lebih ringan). Minyak cengkeh daun yang telah dipisahkan ini kemudian dijual dengan harga yang cukup tinggi. Sampai dengan akhir tahun 2018 pergerakan harga komoditas ini sempat mencapai range harga dari Rp. 150,000 s/d Rp. 240,000,-/kg; dengan harga daun kering di kisaran Rp. 4,000-5,000 /kg. Dari 100kg daun, dapat disuling sekitar 2-2,5 kg minyak cengkeh daun dengan standar kadar eugenol mencapai 70-72%

Selain minyak cengkeh daun, dikenal juga minyak cengkeh batang/stem yang dikenal dengan nama Clove Stem Oil (CSO) dan minyak cengkeh bunga atau Clove Bud Oil (CBO). Kedua jenis minyak ini, sesuai namanya, disuling dari batang bunga cengkeh dan guguran kelopak bunga cengkeh. Kandungan eugenol pada minyak ini lebih tinggi dibandingkan dengan minyak cengkeh daun, yaitu dapat mencapai 80-82%.

Kamu bisa membeli essential oil Clove Bud dengan kualitas dan harga terbaik di toko online Essentia : Shoopee (Essentianaturalli) dan Tokopedia (Spa Essentia Jakarta) atau pemesan melalui Whatsapp di nomer 0816 738 686.

@essentiaindonesia / @naturallindonesia / www.essentia-natural.com

 

Tags
Lebih banyak

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close