MEMAHAMI CARA KERJA AROMATERAPI DI MASA PANDEMI

Siapa yang tak senang menghirup aroma yang wangi? Bagaimana jika aroma itu tak hanya menyebarkan wangi tapi juga memberi segudang manfaat terapeutik? Tentu akan lebih berguna bagi tubuh ya.
 
Berbicara soal aroma yang memiliki segudang manfaat sebagian dari kita mungkin sudah mengasosiasikannya dengan aromaterapi. Ya,sudah banyak sekali pembahasan soal manfaat tentang aromaterapi, yakni aroma yang diambil dari ekstraksi sejumlah tanaman. Lalu, apakah aromaterapi bisa berperan di masa pandemi seperti sekarang?
 
Jawabannya: tentu saja. Peranannya sangat penting dan dibutuhkan. Bagi yang sedang sehat atau sedang sakit. Setiap orang bisa memanfaatkan aromaterapi untuk penunjang kesehatannya. Namun, gunakan aromaterapi yang memang berkualitas baik ya yakni yang memang murni dari ekstraksi tanaman alami bukan yang berasal dari kimia buatan.
 
Dr Wanarani Aries Sp. KFR dari Departemen Rehabilitasi Medik RSCM mengatakan saat ini sejumlah pakar Indonesia kini tengah mengkaji bahan alami potensial, salah satunya dari kekayaan hayati yang dapat menghambat virus dari tanaman penghasil minyak atsiri melalui teknologi nano dengan aromaterapi.
 
Aromaterapi, lanjutnya, merupakan terapi pemulihan dengan menggunakan essential oil atau minyak atsiri untuk meningkatkan kondisi kesehatan dan psikologis
 
“Terapi ini sering juga disebut sebagai essential oil therapy,” ungkapnya dalam webinar #VAKSINSAJATIDAKCUKUP, pekan lalu.
 
Lebih lanjut Wanarani menjelaskan bahwa aromaterapi berasal dari bagian-bagian tanaman yang diolah menjadi minyak seperti akar, kulit, dan helai mahkota bunga. Untuk menghasilkan minyak atsiri yang murni dibutuhkan banyak tanaman sebagai bahannya.
 
Penggunaan minyak atsiri sebagai aromaterapi sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu. Minyak atsiri pada aromaterapi bekerja dengan mengaktifkan area di hidung yang disebut reseptor penghidu. Reseptor ini mengirimkan pesan melalui sistem saraf menuju otak.
 
Kemudian, minyak atsiri akan menstimulasi bagian-bagian pada otak, sistem limbik yang memengaruhi emosi. Selain itu, juga berdampak pada hipotalamus. Selanjutnya, hipotalamus merespons dengan memproduksi senyawa kimiawi otak serotonin.
 
“Jadi, aromaterapi merupakan terapi pemulihan dengan menggunakan essential oil untuk meningkatkan kesehatan atau physical wellbeing dan psikologis atau body-mind-spirit. Aromaterapi juga bisa digunakan untuk mengatasi stress selama pandemi Covid-19,” jelasnya.
 
BUKAN OBAT
 
Saat ini banyak juga jurnal ilmiah internasional yang melakukan penelitian terkait peranan aromaterapi di masa pandemi. Salah satunya adalah periset dari Patil Institute of Pharmaceutical Sciences and Research yakni Tushar Patne, Jayashri Mahore, dan Pranali Tokmurke. Penelitian itu mengkaji manfaat aromaterapi sebagai adjuvant therapy atau terapi tambahan yang dapat bekerja membantu berkhasiatnya obat lain.
 
Berdasarkan penelitian dan kajian dalam jurnal tersebut diketahui bahwa menghirup minyak esensial tertentu bisa menjadi strategi terapi tambahan untuk Covid-19. Beberapa minyak atsiri diketahui memiliki senyawa aktif tertentu dan menunjukkan bisa berperan sebagai anti virus yang memiliki aktivitas kuat melawan SARS CoV.
 
Sejumlah minyak esensial seperti T. orientalis,L. Nobilis, J. Oxycedrus, Rosemary, Ravensara, Ravintsara, Tea Tree, Bergamot, Eucalyptus, Lemon Balm, Thyme, Oregano, Fennel, Peppermint, Cinnamon, Clove memiliki senyawa aktif seperti β-ocimene, 1,8-cineole, α-pinene, dan β-pinene, rosmarinic acid, carnosic acid dapat membantu melawan Covid-19.
 
Meskipun aromaterapi bisa digunakan sebagai terapi pemulihan, Wanarani menegaskan peranan aromaterapi bukanlah untuk menggantikan obat, melainkan sebagai penunjang.
 
“Walau aromaterapi dapat dijadikan untuk pemulihan beberapa kasus, tetapi penting untuk digarisbawahi bahwa terapi ini tidak dapat menggantikan pengobatan medis,” tegasnya.
 
Dia juga menyebutkan aromaterapibisa digunakan melalui inhalasi atau langsung kepada kulit melalui massage. Namun, penggunaanya harus dilakukan secara hati-hati, karena setiap orang akan memiliki reaksi yang berbeda pada minyak atsiri.
 
Misalnya saja peppermint essential oil sering direkomendasikan untuk meredakan sakit kepala. Namun, saat aroma dari peppermint itu terhirup oleh anak di bawah 30 bulan maka bisa menimbulkan efek negatif yakni menjadi agitasi.
 
Sementara itu, pemakaian aromaterapi secara langsung kepada kulit bisa menyebabkan iritasi di sebagian orang. Oleh karena itu, jika ingin digunakan langsung ada baiknya minyak atsiri tersebut dicampurkan terlebih dahulu dengan minyak dasar dengan ukuran tertentu.
 
Mengenali jenis dan kualitas aromaterapi sangat penting sebelum kita menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai niat membeli aromaterapi sebagai terapi tambahan dan penunjang gaya hidup sehat tapi malah berisiko bagi kesehatan.
 
Salah satu produk essential oil yang sudah terjamin kualitasnya bagi kesehatan adalah produk-produk dari SPA ESSENTIA. Karena, SPA ESSENTIA sudah menjamin seluruh produknya telah nelalui riset dan pengembangan yang berkelanjutan. Produk-produknya juga telah melewati uji klinis seperti tes alergi, baik bagi kulit sensitif. Selain itu, pengujian efek produk tidak dilakukan terhadap hewan.
 
Produk minyak atsiri ESSENTIA juga telah memiliki Certificate of Origin dan Certificate of Purity. Dua jenis sertifikat itu penting untuk menjamin kandungan dari produk essential oil yang ditawarkan. Sebagai informasi, Certificate of Origin adalah sertifikat yang menunjukkan murni atau tidaknya essential oil yang dihasilkan. Sementara itu Certificate of Purity menjelaskan bahwa tumbuhan/bahan pembuat essential oil itu tidak menggunakan bahan kimia dalam penanamannya.
 
Untuk mendapatkan produk aromaterapi dari ESSENTIA, Anda bisa mendapatkannya dengan harga terbaik di toko online Essentia-Natural :
 
GET FREE MASKER …….
@essentiaindonesia / @naturalliindonesia
Baca Juga  VAKSIN SAJA TIDAK CUKUP “LAWAN CORONA”, LAKUKAN TINDAKAN PREVENTIF INI
Tags
Lebih banyak

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close