Pancing Kepercayaan Diri Anak dengan Cara Ini

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak

Grit disebut-sebut sebagai salah satu hal penting yang perlu diajarkan orang tua untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak. Meski grit lebih sering dikaitkan dengan orang dewasa, tetapi cara ini sesungguhnya bisa diajarkan kepada anak sejak dini. Apa itu grit dan bagaimana cara menerapkannya pada si kecil?

Apa Pengertian Grit?

Seorang peneliti sekaligus penulis buku, Angela Duckworth, mendefinisikan grit sebagai semangat dan ketekunan untuk tujuan jangka panjang. Istilah ini memang baru ini populer di ranah dewasa, tetapi ini bisa diterapkan pada anak-anak kita yang sedang berkembang?

Grit dinilai sebagai faktor yang lebih penting untuk meraih kesuksesan daripada IQ. Hal itu diungkapkan oleh Duckworth berdasar pada penelitiannya di Harvard. Ini berarti memiliki anak yang pintar tidak dapat memastikan tingkat kesuksesan mereka di masa depan.

Grit menentukan keberhasilan jangka panjang. Jika seorang anak tidak mampu bangkit lagi dan mau mencoba lagi setelah gagal, lalu bagaimana mereka dapat menjalani hari-harinya sebagai orang dewasa?

Mengajarkan Kepercayaan Diri Anak dengan Grit

Orang tua harus melibatkan anak mengenali passion, bakat dan mengembangkannya untuk mengejar tujuan mereka. Untuk mencapai titik tersebut, coba lakukan tips membangun kepercayaan diri anak dengan grit berikut ini.

1. Dorongan adalah Kunci

Ketika anak ingin belajar mengendarai sepeda, apakah dia masih mau mencoba lagi setelah jatuh atau langsung berhenti? Jika mereka tidak terdorong untuk bangkit, dan orang tua memberitahu bahwa dia dapat mencobanya lagi di lain waktu, itu artinya dia diajari bermain aman.

Jangan ajarkan hal tersebut jika ingin membangun grit dalam diri mereka. Anak perlu didorong untuk mencoba lagi. Orangtua bisa mengatakan “Ayo, kamu pasti bisa, Mama percaya kamu bisa,” atau “Kalau jatuh ayo coba terus sampai nanti terbiasa.”

Baca Juga  4 Manfaat Belajar Musik untuk Perkembangan Anak

2. Bawa Anak Keluar dari Zona Nyaman

Izinkan dan dampingi anak untuk belajar keterampilan yang bahkan sulit untuk dilakukannya. Jika berhasil, maka dia akan merasa sukses dalam mencapai sesuatu yang awalnya tidak nyaman dan sulit baginya. Dia jadi tahu akan kemampuannya untuk melakukan hal serupa itu di bidang kehidupan yang lain.

Itulah mengapa sebagai orang tua, kita sebaiknya membiarkan anak-anak merasakan perjuangan dan merasa tidak nyaman. Apabila mereka tidak mengalaminya di masih muda, mereka saat beranjak dewasa mereka tidak akan memiliki kebiasaan untuk bekerja keras melalui perjuangan panjang.

3. Jadilah Contoh untuk Anak

Sebagai orang tua, jadilah contoh bagi anak. Secara alami, anak-anak memandang orang dewasa dalam kehidupan mereka, terutama orang tua mereka, sebagai contoh. Anak akan melihat kemampuan orang dewasa dalam bertahan dan meraih prestasi.

Si kecil mungkin tidak tahu istilah grit, tetapi mereka bisa diajari untuk belajar tentang bekerja keras, tidak menyerah, mencoba lagi setelah gagal. Semua itu bisa berasal dari tindakan orang tua yang dicontoh oleh anak. Dari situlah kepercayaan diri anak akan tumbuh dan bertahan sampai dengan dia dewasa.

Tags
Lebih banyak

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close