VAKSIN SAJA TIDAK CUKUP “LAWAN CORONA”, LAKUKAN TINDAKAN PREVENTIF INI

Kehadiran vaksin Corona Sinovac pada awal tahun ini memberi harapan baru bagi masyarakat Indonesia. Namun, dengan pemberian vaksin bukan berarti Virus Corona akan lenyap begitu saja. Bukan berarti pula, orang-orang yang telah mendapatkan vaksin dijamin tidak akan terinfeksi Coronavirus disease 2019 (COVID-19).

Pemberian vaksin Corona Sinovac dosis kedua baru saja selesai dilakukan pada 27 Januari 2021. Penyuntikkan vaksin tersebut diberikan kepada Presiden RI Joko Widodo, sejumlah tokoh, dan sebagian tenaga kesehatan di Indonesia. Pemberian vaksin ini pun akan diteruskan kepada masyarakat umum. Namun, perlu diingat bahwa pemberian vaksin saja sebenarnya tidak cukup untuk mengakhiri pandemi Covid-19.

Spesialis Paru dan Tim Dokter Kepresidenan, dr. Alexander K. Ginting. Sp.P menegaskan bahwa kunci utama memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah dengan perubahan perilaku, menerapkan pola hidup sehat serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Vaksin memang memberikan kita imunitas, tetapi bukan berarti kita akan bebas Covid-19. Tetap harus lakukan Imun, Aman, dan Iman,”ungkapnya dalam webinar #VAKSINSAJATIDAKCUKUP, Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, setiap orang tetap perlu menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh dengan menerapkan pola hidup yang sehat, diantaranya menjaga asupan nutrisi yang baik bagi tubuh. Bagi orang-orang yang memiliki penyakit penyerta atau cormobid, maka perlu mengelolanya agar tidak semakin parah.

Menjaga imun ini sangat penting untuk semua orang bahkan orang yang sudah terinfeksi virus Covid-19. Menurutnya, perjalanan virus Covid-19 ini memiliki beberapa tingkatan dari sehat lalu terinfeksi bahkan bisa menyebabkan kematian.

Pada tahap awal, seseorang bisa saja terinfeksi tetapi tanpa gejala atau asimtomatis. Lalu, bisa meningkat dengan menunjukkan gejala awal seperti batuk, demam, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, mual.

Baca Juga  Tempat Curhat Terbaik Tentang Ide dan Impianmu

Jika imunitas terus melemah, maka bisa masuk ke tingkat yang lebih berat lagi yakni pneumonia di mana pasien mengalami demam yang persisten, sesak, dan ditemukannya pneumonia pada radiologi. Terakhir adalah inflamasi sistemik yang tak terkontrol salah satunya ditandai dengan adanya gagal multiorgan.

“Di semua kelas [tingkatan] imunitas itu tetap harus dijaga. Yang memiliki cormobid seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan lainnya perlu mengelolanya dengan baik,” tegasnya.

Selanjutnya, Alexander mengingatkan bahwa setiap orang perlu menjaga keamanan dirinya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat yakni rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan selalu memakai masker.

“Jangan tanyakan kapan pandemi berakhir, tetapi tanyakan pada diri kita, kapan bisa disiplin memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Dan jangan lupa Iman, serahkan segala sesuatunya kepada Sang Pencipta. Jadi Imun, Aman, Iman itu perlu,” tuturnya.

Alexander juga mengingatkan bahwa kewajiban menjaga kesehatan ini adalah tanggung jawab masing-masing orang bukan tanggung jawab tenaga kesehatan atau pemerintah.

Nah salah satu cara preventif adalah penggunakaan aromatherapy/essential oil dalam kegiatan sehari-hari agar tubuh dan pikiran bisa lebih relax sehingga tercipta imunitas tubuh kita.

Kamu bisa membeli aromatherapy dengan kualitas dan harga terbaik di toko online Essentia-Natural :

 

GET FREE MASKER …….

@essentiaindonesia / @naturalliindonesia

#kosmetiknatural #kosmetikorganik #bodyscrub #kosmetikalamiah #essentialoilindonesia #minyakatsirindonesia #aromatherapyindonesia #VaksinAjaTidakCukup

 

Tags
Lebih banyak

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close