Wanita Indonesia Pertama yang Akan Arungi Samudra Atlantik

Kiran Agustina akan mengikuti ekspedisi mengarungi Samudra Atlantik

Seorang wanita Indonesia bernama Kirana Agustina baru-baru ini membawa kabar membanggakan setelah dia terpilih ke dalam tim ekspedisi untuk mengarungi Samudra Atlantik. Dia menjadi satu-satunya wanita asal Indonesia dalam tim ekspedisi ‘Sailing Round the World’. Pelayaran ini dilatarbelakangi masalah sampah plastik yang telah mencemari lautan.

Mendapat Beasiswa dari PBB

Kiran, begitu panggilan akrabnya, pernah berkuliah di University College London. Dia menyelesaikan studi S2 untuk jurusan lingkungan politik dan masyarakat. Itulah yang membuat badan PBB International Maritime Organization (IMO) memberinya beasiswa untuk mengikuti kegiatan ini.

Terpilihnya Kiran dalam ekspedisi ini berawal karena dia sempat mengikuti salah satu kegiatan yang diadakan oleh eXXpedition, yaitu London Ocean Drink. Di situ dia bertemu dengan direktur sekaligus salah satu pendiri eXXpedition, Emily Penn dan kemudian ditawari kesempatan mendapat beasiswa dari IMO.

Wanita Indonesia berusia 30 tahun itu pun rencananya bakal menghabiskan dua minggu di atas kapal dari total waktu ekspedisi selama dua tahun. Dia merasa sangat terhormat menjadi wakil Indonesia dalam tim eXXpedition Round the World, yang semua penelitinya terdiri dari kaum perempuan.

eXXpedition merupakan suatu organisasi nirlaba yang melakukan berbagai ekspedisi pelayaran untuk misi penelitian dan semua anggotanya adalah wanita. Tujuan utama mereka adalah menyelidiki penyebab dan mencari solusi untuk pencemaran limbah plastik di laut.

Dibagi menjadi 30 trip, perjalanan ini dimulai dan diakhiri di Inggris. Adapun seluruh kru ekspedisi yang ikut dalam pelayaran di atas kapal SV TravelEdge ini bertugas melakukan penelitian terhadap racun dan limbah plastik yang telah mencemari lautan.

Kiran sendiri, yang dikenal sebagai penggemar travelling dan fotografi, mengaku sangat senang bisa berbagi pengalaman bersama 30 wanita lainnya dari berbagai negara. Pelayaran ini akan dimulai pada tanggal 7 Oktober 2019, dari kota Plymouth ke Azores.

Baca Juga  Perempuan di Baris Terdepan untuk Tangkal Berita Hoaks

Ingin Membawa Solusi untuk Indonesia

Sebelum perjalanan panjang itu dimulai, penyelenggara terlebih dahulu mengadakan beberapa acara pada momen Internasional Maritime Day tahun ini.

Ini tentu menjadi pengalaman berharga bagi Kiran dan puluhan wanita lainnya. Sulit dibayangkan untuk mengarungi lautan selama berminggu-minggu dengan mengusung misi sosial.

Masalah pencemaran laut akibat sampah plastik memang sudah menjadi isu hangat selama beberapa tahun terakhir. Sebab, laut adalah milik bersama walaupun secara hukum memiliki batas-batas tertentu di setiap negara. Hal ini dikarenakan belum terciptanya infrastruktur yang benar-benar memadai untuk mengelola sampah secara baik.

Bahkan Indonesia, yang sudah memproduksi banyak sampah setiap tahunnya, masih menerima kiriman sampah dari luar negeri. Baik yang terbawa arus laut secara tidak sengaja maupun impor sampah yang didatangkan dari negara maju. Kiran, yang mempelajari ilmu kelautan di Universitas Padjadjaran, sangat menyoroti permasalahan ini.

Maka dari itu, dengan keikutsertaannya dalam ekspedisi ini, Kiran berharap menjadi wanita Indonesia yang bisa membawa solusi demi masa depan negaranya.

Sumber
ANTARA
Tags
Lebih banyak

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close