Trending

“Yuni”, Cermin Gelap Wanita Indonesia

Desember 2021 kemarin, film "Yuni" karya sutradara Kamila Andini yang tayang di bioskop Indonesia menjadi perdebatan kencang.

Tayangnya film “Yuni” bertepatan dengan ramainya kasus guru pesantren yang memperkosa 12 santriwatinya di kota Bandung hingga hamil dan melahirkan. Setelah tayang di TIFF, VIFF, BIFF, JAFF, dan festival-festival lain, film ini banyak dipuji oleh berbagai kritikus di seluruh dunia karena isu yang diangkat. Saat ini, “Yuni” kembali relevan terkait dengan isu selebritis yang sedang ramai, Mawar, finalis AFI (Akademisi Fantasi Indonesia) tahun 2003.

Mawar AFI resmi bercerai dengan suaminya pada tanggal 11 Januari 2022 dengan dugaan perselingkuhan. Sebulan kemudian mantan suaminya telah menikah lagi dengan statement bahwa istrinya yang baru lebih taat agama dan penurut. Dengan dalih agama bahwa Mawar AFI tidak mau menuruti suami sesuai ajaran agama, Mawar ditalak cerai. Padahal Mawar AFI mengatakan bahwa mantan suaminya telah berselingkuh dalam waktu yang cukup lama. Sama seperti kisah di “Yuni”, banyak orang yang berlindung di balik dogma agama untuk menutupi kepentingan pribadinya.

Di film “Yuni”, ada tokoh bernama Suci, seorang janda yang bercerai karena kasus KDRT. Masih hangat di ingatan kita terkait salah satu ustadzah, Oki Setiana Dewi, dalam salah satu ceramahnya mengatakan bahwa tidak perlu kita melaporkan pasangan sendiri termasuk ketika kita dipukul atau mengalami KDRT oleh suami. Agaknya agama masih menjadi hal yang ditafsirkan berbeda oleh sebagian orang. Lalu apabila kita mengalami KDRT, apa yang sebaiknya dilakukan?

Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi mengatakan bahwa agama tidak membenarkan tindak kekerasan dalam bentuk apapun. Di Indonesia pun telah ditetapkan Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) yang mengatur segala bentuk pemaksaan, kekerasan fisik, seksual, atau psikologis.

Baca Juga  6 Pertanyaan Sebelum Menikah untuk Kamu dan Si Dia

Jadi, apa benang merah dari Yuni, Mawar, dan Oki? Ketiganya jelas mempunyai kisah yang berbeda, namun tetap dalam koridor kebangsaan yang sama. Film “Yuni” diangkat sebagai film pilihan Indonesia untuk berlaga di Academy Awards 2022, 28 Maret 2022. Hal itu karena “Yuni” mempunyai isu yang relevan dengan permasalahan dan berbagai kegelisahan yang terjadi di Indonesia. Dapat dibilang saat ini “Yuni” menjadi garda depan film Indonesia di mata dunia. Seperti Yuni, wanita Indonesia seharusnya mempunyai hak untuk hidup bebas, mendapat kebahagiaan, dan melepaskan diri dari segala bentuk penindasan atas nama patriarki dan agama.

 

 

Tags
Lebih banyak

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close